Silahkan Masuk

Hari-hari mantan Preman

Oleh : Eli Romli

"Herman Tato" nama yang tak asing lagi di kalangan para preman terminal dan preman pasar.Postur tubuh tinggi kekar, berkulit legam berkumis tebal, dan seluruh tubuhnya penuh dengan gambar tato; mulai gambar kalajengking,naga, sampai gambar -gambar yang menyeramkan melekat hampir diseluruh tubuhnya.

Perbuatan maksiat apa yang belum ia lakukan, mulai mencuri, mabuk-mabukan, main perempuan, judi, menganiaya orang , tak heran jika sering berurusan dengan pihak berwajib.
Ia menikahi seorang perempuan cantik dan lugu, itupun ia dapatkan dengan cara mengancam kedua orang tua gadis itu. Betapa menderitanya perempuan yang bernama Aminah itu, dinikahi tanpa dinafkahi.
Hari-hari dilalui dengan ratapan hati penuh kepedihan diiringi tetesan air mata yang selalu mengalir dari kedua matanya, Aminah tak berdaya, cuma bisa pasrah dan berdoa agar ia bisa keluar dari siksaan terhadap dirinya.


Suatu malam terjadi perampokan di sebuah rumah mewah di kawasan elit, macam-macam perhiasan dan barang berharga yang mencapai puluhan juta nilainya raib dari rumah tersebut.Sampai pemilik rumah itu melapor ke pihak berwajib atas kasus perampokan tersebut.
Dalam waktu tidak lama petugas kepolisian dapat menangkap salah satu pelaku perampokan tersebut.Setelah melalui pemeriksaan dan penyelidikan lebih lanjut, nama Herma Tato terlibat dalam aksi itu. Petugas kepolisian akhirnya dapat menciduk Herman Tato dan di jebloskan ke sel tahanan sambil menunggu persidangan.
Akhirnya setelah proses persidangan Herman Tato dijatuhi hukuman selama dua tahun penjara dipotong masa tahanan.

Aminah selaku istrinya makin tertekan bathinnya, oleh rasa malu dari tetangga dan sanak keluarganya, tapi tak sedikit yang simpati dan merasa iba atas kehidupan dirinya.Yang lebih membebani Aminah, ia mulai ngidam mengandung anak pertamanya.
Sembilan bulan sudah Herman Tato mendekam didalam penjara , apa yang ia lakukan sungguh suatu keajaiban, hatinya mulai tersentuh cahaya yang menuntun kejalan yang benar.
Ada seorang guru ngaji sebagai pembimbing di Lembaga Pemasarakatan tersebut, sebut saja Ustad Mustafa namanya.Beliau penuh kesabaran memberikan nasihat dan wejangan kepada para narapidana di sana. Herman Tato secara pribadi sering berdialog dengan Ustad Mustafa tentang agama.
Bagaikan mengukir diatas batu yang keras, sulit tapi pasti dengan penuh kesabaran hati dan kesungguhan hati, Herman Tato mulai menemukan jalan hidup manusia sebenarnya.

Mulanya ia meragukan atas tubuhnya yang penuh dengan gambar tato juga kejahatan-kejahatan yang pernah ia lakukan, tapi Ustad Mustafa dapat meyakinkan Herma Tato bahwa Tuhan itu Maha Pengampun dan Penerima Taubat, asal manusia itu sendiri benar-benar ingin mendekatkan diri kepada Tuhannya.
Herman Tato mulai belajar ngaji, sembahyang dan sering berdo'a agar dirinya bisa berubah menjadi orang yang baik.
Akhirnya ia mendengar kabar bahwa Aminah istrinya telah melahirkan anak pertamanya. Ia bersyukur dan bersujud kepada Tuhan, tapi hatinya sakit atas diri sendiri yang telah menelantarkan istri dan anaknya.

Suatu hari datang petugas KUA ke Lapas tersebut mereka membawa berkas yang harus di tanda tangani oleh Herman Tato atas pengajuan cerai dari Aminah selaku istrinya.
Awalnya Herman merasa geram dan marah, tapi atas bimbingan Ustad Mustafa akhirnya Herman pun menyadari bahwa ia bukanlah suami yang baik bagi istrinya. Herman pun menyetujui perceraian itu dengan penuh kesadaran.

Dua tahun sudah masa hukuman di jalani Herman Tato, akhirnya ia bebas dan bisa keluar dari penjara dengan bekal ajaran agama yang diajarkan Ustad Mustafa.Lama sudah Herman terus mengasah dirinya dengan ajaran agama selepas bebas dari penjara, beberapa ustad dia datangi untuk menambah ilmu agamanya.
Namun naluri manusia itu selalu tak bisa lepas, Herman mulai kesepian atas hidup dalam kesendirian.Iapun mendapat kabar bahwa mantan istrinya telah menikah lagi setelah masa idahnya.

Suatu malam Herman terdorong oleh rasa sepinya, iapun menemukan rumah Aminah dengan suami yang barunya. Niat Herman cuma ingin melihat wajah anaknya yang selalu ia rindukan, ia bisa masuk ke sebuah kamar dimana Aminah sedang tidur pulas, disampingnya ada anak yang tidur pulas juga. Entah dorongan apa yang menyebabkan Herman dengan spontan membopong anak kecil yang ada disamping Aminah. Herman pun pergi dikegelapan malam dengan membawa seorang anak kecil.

Pagi hari Aminah teriak dan menangis kepada tetangganya, bahwa anak keduanya tidak ada di rumahnya, setelah ditelusuri dan dicari tetap tak ada jejak yang ditemukan.

Selama kurang lebih dua puluh tahun Herman merawat dan mendidik anak perempuan di sebuah pegunungan yang sangat jauh dari keramaian orang, ia memberikan perlindungan dan pendidikan bagi anak perempuan itu dengan ajaran agama , maka menjelmalah anak gadis itu menjadi perempuan yang sholehah, yang taat beribadah dan patuh kepada Herman,
Herman sangat bersyukur ia bisa membesarkan anak itu menjadi anak perempuan yang sholehah, karena ia punya tekad ingin menebus dosa-dosa yang telah ia lakukan semasa menjadi preman jalanan, bahkan ia sangat menelantarkan keluarganya saat itu.

Suatu hari terlihat ada rombongan lima pemuda yang lengkap dengan peralatan berkemah menuju pegunungan dimana Herman dan anak perempuannya yang bernama Ainun tinggal. Mereka merupakan para mahasiswa yang lagi liburan dan berniat berkemah dipegunungan tersebut. Setelah semalaman tidur pulas karena kecapaian akibat perjalanan jauh siang harinya, dipagi hari mereka mulai berjalan-jalan menikamati udara segar pegunungan yang sejuk dan bersih dari polusi, salah seorang dari mereka ada yang bernama Indra yang mempunyai wajah cukup tampan dan tegap, ia merasa kaget setelah baru sadar melihat seorang gadis cantik berjilbab sedang mengumpulkan ranting-ranting kering untuk kayu bakar. Indra langsung mendekati gadis itu dan menyapa "Lagi ngapain cantik ?" sapanya, maklum anak muda yang lagi puber agak nekad kelakuannya, Ainun terkejut karena baru pertama kali melihat laki-laki seusianya berani menghampirinya, karena selama ini ia cuma tahu kepada bapaknya saja yaitu Herman, Ainun pun lari ketakutan dan berteriak "Tolong.......tolong.....tolong..."

Saat itu juga muncul sosok lelaki kekar dan tegap yang tak lain adalah Herman, ia berdiri menghadang Indra yang mengikuti Ainun. Indra juga kaget, tapi ia cukup berani dan berujar " kenapa menghalangiku,.....?"
Herman menjawab"Jangan ganggu anakku,...." tapi Indra mempunyai sipat ngotot terhadap keinginannya, saya mau kenalan dengan gadis itu jawabnya pula. Herman pun menggertak, tapi Indra malah tetap ingin mendekati Ainun, Hermanpun agak terpancing emosinya, Indra berlari menghindari Herman yang mulai marah karena sikap Indra. Tapi apa yang terjadi ketika berusaha mengejar Indra kaki Herman tersangkut akar-akaran, ia pun terjatuh dan kepalanya membentur batu dengan keras sekali, darah terus mengalir dari kepala Herman dan ia pun langsung pingsan tak sadarkan diri.

Ainun menjerit melihat bapaknya dalam keadaan begitu, Indra cepat memanggil teman-temannya agar segera menolong Herman, setelah kepala Herman dibalut dengan kain, mereka segera menggotong Herman dengan tandu untuk dibawa kerumah sakit terdekat, Ainun mengikuti mereka. Setelah beberapa jam berjalan menuruni pegunungan, sampai juga ketepi jalan raya dan membawa Herman dengan mobil angkot menuju Rumah Sakit terdekat.

Dokter disana langsung merawat dan memeriksa keadaan Herman yang belum sadarkan diri. Indra segera menelepon kedua orang tuanya agar segera datang kerumah sakit tersebut dengan membawa uang untuk biaya pengobatan Herman. Kedua orang tua Indra sampai juga disana. Tiba-tiba dokter menghampiri mereka dan bertanya "Siapa keluarganya....pasen itu ?" karena perlu penambahan darah, Ainun menjawab "saya pak anaknya...". Ainunpun diperiksa darahnya dan diakurkan dengan jenis darah Herman, tapi tidak sama golongan darah keduanya. Akhirnya dokter pun bertanya lagi "Siapa lagi yang mau mendonorkan darah nya untuk membantu pasen yang lagi kritis itu, karena terlalu banyak darah keluar dan mengalami gegar otak.
Indra langsung menjawab "Saya aja pak coba periksa " Indra pun diperiksa golongan darahnya, ternyata sama dengan golongan darah Herman.

Akhirnya darah Indra didonorkan ke tubuh Herman, setelah beberapa lama Herman pun mulai pulih kesadarannya dan bergumam :"Ainun dimana anakku ". merekapun langsung masuk kekamar tempat perawatan Herman, tapi apa yang terjadi begitu Aminah melihat sesosok tubuh terbaring lemah diatas ranjang rumah sakit, ia kaget dan tak sadar berucap " mas Herman..." semua orang melihat kearah Aminah. Lalu Aminah menghampiri Herman yang lagi dipeluk Ainun dan terus menerus menangis tanpa henti-hentinya. Aminah tidak lupa akan wajah Herman meskipun sekarang kelihatan lebih bersih dan bercahaya juga sangat tenang beda dengan waktu dulu.

Herman pun masih mengenali Aminah dan ia berkata sambil terputus-putus:"Aminah maapkan aku selama ini telah membawa anak kita dari rumahmu waktu itu..." Herman menyangka bahwa Ainun itu anak nya. Aminah tak kuasa menangis histeris sambil memeluk tubuh Ainun, hampir dua puluh tahun suda berpisah dengan anak kandungnya. Lalu Ainun pun menjelaskan kepada Herman :"Mas Herman sebenarnya anakmu bukan Ainun, tapi Indra....." dengan jelas Aminah menerangkan bahwa Ainun adalah anak Aminah dari suami keduanya.

Indra mendengar penjelasan ibunya itu langsung memeluk tubuh Herman begitu juga Ainun sambil keduanya menangis. Disaat itu pula Herman Tato menghembuskan napas terakhirnya dengan keadaan tenang. Maka semua orang yang ada didalam ruangan itu menjerit histeris mengiringi kepergian mantan preman itu untuk selamanya.

Begitulah akhir hayat mantan seorang preman dalam keadaan Husnul Khotimah.
Sebesar apapun dosa dan kesalahan manusia semasa hidupnya, kalau ia mau bertaubat dan merubah sikapnya dalam sisa sisa masa hidupnya, Tuhan akan memberikan ampunan dan membuka jalan untuk berbuat kebaikan.

Cerpen ini ditulis langsung oleh : Eli Romli pada tahun 1996, dan diedit kembali tahun 2008.

Alamat Penulis:
Alamat 1. : Jl.Balekambang Rt.04.Rw.17 Ds.Sukamaju Kec.Majalaya Kab.Bandung
Alamat 2. : Jl.Akasia V Nomor 35 Rt.03.Rw.09 Perumahan Taman Bukit Lagadar (Komplek Dimensi)
Ds.Lagadar Kec.Maragaasih Kab.Bandung
Telepon : 08886273576 - 08888216304 - 02270279068

Lihat Tulisan Lainnya...!!



0 komentar:

BERIKAN KOMENTAR ANDA